Keutamaan Dzikir Petang: Menenangkan Hati di Senja Hari
Di tengah hiruk-pikuk kegiatan belajar sehari-hari, asrama menjadi tempat yang ideal untuk menumbuhkan kedisiplinan spiritual. Salah satu rutinitas paling dinanti adalah Dzikir Petang, yang digelar setiap sore hari setelah Ashar hingga Maghrib. Kegiatan ini tidak hanya menyegarkan jiwa, tapi juga mempererat ukhuwah (persaudaraan) antar penghuni asrama.
Dzikir Petang dimulai dengan pembacaan surat-surat pendek Al-Qur’an secara berjamaah, diikuti zikir-zikir ma’tsur seperti Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar. Siswa duduk melingkar di musala asrama, dipimpin oleh ustadz atau kakak asuh, sambil berniat membersihkan hati dari kepenatan aktivitas harian. Suasana tenang dengan hembusan angin petang menambah khusyuk, membuat peserta merasakan kedamaian yang sulit dilupakan.
Manfaatnya luar biasa. Secara spiritual, dzikir ini meningkatkan ketakwaan dan ketenangan batin, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d: 28, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Dari sisi psikologis, kegiatan ini mengurangi stres belajar dan membangun disiplin waktu. Banyak santri yang merasakan peningkatan konsentrasi dalam menghafal Al-Qur’an atau belajar pelajaran setelah ikut dzikir rutin ini.
Kegiatan Dzikir Petang di asrama menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya intelektual, tapi juga rohani. Dengan komitmen menjaga tradisi ini, generasi muda siap menghadapi tantangan dunia dengan hati yang kuat dan bersih.
Tag:Dzikir Petang


